Tampilkan postingan dengan label reviews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reviews. Tampilkan semua postingan

Longterm Review - ASRock Deskmini X300 2 Tahun Pemakaian

#Alasan Merakit Mini PC 

Mini PC mulai hadir pada tahun 2018, yang menjadi keunggulan dari Mini PC adalah bentuknya yang minimalis, hemat daya, tapi memiliki performa yang bisa diandalkan karena beberapa komponen dalam mini PC sudah menggunakan Hardware masa kini seperti Storage SSD maupun NVMe, USB Gen terbaru, ada juga yang sudah dilengkapi dengan Port USB Type C.

Disisi lain Brand AMD juga memperkenalkan Prosesor terbaru mereka APU berbasis Socket AM4, dimana memiliki kemampuan ganda didalamnya yaitu kemampuan CPU dan GPU, kemudian hadirlah Mini PC ASRock Deskmini A300 dan series terbarunya yaitu X300, karena menggunakan Socket Prosesor AM4 ASRock Deskmini sangat ideal jika di kombinasikan dengan Prosesor APU AMD Ryzen. 

Dengan dasar tersebut akhirnya saya membangun Mini PC dengan tujuan semua bisa serba simple, bentuknya minimalis, tidak begitu memikirkan racikan yang cocok, tidak khawatir dengan daya, hemat biaya dan pastinya bisa mendapatkan peforma yang tidak kalah dengan PC Normal.

Rencana tersebut berhasil, saya tidak terlalu bingung merakit sebuah PC untuk pertama kalinya, daya juga tidak terlalu tinggi, sudah bisa dijadikan untuk SETUP Meja Kerja Minimalis, dan pastinya memiliki peforma yang bisa diandalkan, tetapi dalam segi penghematan biaya gagal, karena nyatanya Mini PC ASRock Deskmini X300 yang saya rakit ini menghabiskan biaya 12Jt. tentu saja dengan Budget 12Jt saat ini kia sudah bisa mendapatkan PC yang lebih Powerfull walaupun dengan Size ATX normal tapi jika mengurangi beberapa komponen bisa mendapatkan Racikan Mini ITX.

Kenapa rakitan Mini PC ASRock Deskmini saya sampai 12Jt ? itu karena saya memaksakan kapasitas Maksimal RAM yaitu sebesar 32Gb x 2 = 64Gb, jadinya saya harus mengeluarkan budget 3.6Jt untuk RAM Sodimm DDR4 tentunya biaya tersebut tidak terlalu worthit dibandingkan dengan peforma yang diberikan, walaupun saya belum pernah mencoba menggunakan RAM 16Gb x 2 tapi rasanya itu sudah cukup dan lebih worthit dari segi budget. Kemudian yang kedua adalah updgrade HSF Low Profile yang bisa membuat temperatur Prosesor lebih stabil, sedangkan Storage SSD NVMe M.2 dan tambahan Wifi/Bluetooth masih dibilang pengeluaran budget yang normal. 

#Spesifikasi Mini PC ASRock Deskmini X300

Inilah sepesifikasi lengkap serta budget yang harus saya keluarkan untuk setiap komponennya 

  • Mini PC : ASRock Deskmini X300 Rp. 2.350.000 / 2020 
  • Processore : AMD Ryzen™ 5 3400G with Radeon™ RX Vega 11 Graphics Rp. 2.649.000 / 2020
  • RAM 1 : Team Group SO-DIMM DDR4 3200 32GB x 2 Rp. 3.800.00 / 2020 
  • RAM 2 : Team Group SO-DIMM DDR4 3200 32GB x 2 Rp. 3.850.00 / 2022
  • SSD : Team Group MP34 M.2 PCIe SSD 512GB Rp. 1.300.00 / 2020
  • WIFI : Intel Wifi 6 AX200 Dual Band 802.11ax Bluetooth 5.0 Wireless Card M.2 Rp. 370.000 / 2020
  • HSF : Noctua Chromax NH-L9a AM4 Rp. 860.000 / 2022
  • Antena : Mini Antena Wifi Rp. 110.00 / 2022 

#Pemakaian Selama 2 Tahun 

Spesifikasi tersebut tidak langsung jadi melainkan ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya Upgrade komponenya. dari November 2020 sampai Februari 2022 1 Tahun lebih saya menggunakan Mini PC dengan 1 keping RAM, dan menggunakan Wraith Cooler bawaan AMD, kondisi ini memang tidak maksimal karena temperatur yang tidak stabil dan juga peforma APU AMD Ryzen yang tidak maksimal juga karena hanya menggunakan 1 Channel RAM, tetapi dari segi lain tidak ada masalah apapun, dan ketika Februari 2022 akhirnya saya updgrade menjadi Dual Channel dan juga HSF Low Profile yang bisa memberikan temperatur yang stabil. Karena saya sendiri juga main Game memang sangat terasa menggunakan Dual Channel dari pada Single Channel RAM, dan karena HSF baru bisa memberikan temperatur yang stabil akhirnya bisa main Game lebih lama dari pada sebelumnya. 

#Sudah Menggunakan Windows 11

Saat Windows 11 diluncurkan, Oktober 2021 Mini PC ini belum langsung bisa di Upgrade ke Windows 11 tetapi saya baru sadar 10 bulan setelahnya, dan akhirnya bisa Updgrade dari Windows 10 ke Windows 11, setelah 2 Tahun pemakaian saya masih bisa mengikuti teknologi terbaru dari Micorsoft yaitu Windows 11, yang secara User Interface dan Peforma pastinya lebih baik dari Windows 10. 



#Hardware Bekerja Normal

Semua Fungsi Hardware masih bekerja normal, saya sendiri menggunakan untuk Editing semua konten Video di Channel Youtube, Blogging, dan juga main beberapa Games seperti Fortnite, Genshin Impact, Street Fighter. Untuk main Game masih sangat Worthit tapi karena Storage terbatas dan juga masih digunakan untuk menyimpan File RAW Recording saat bikin konten jadinya hanya bisa install beberapa Game saja. Hardware yang saya ganti hanya Antena Wifi karena yang diberikan oleh Modul Wifi Card sangat panjang jadinya tidak mencerminkan bentuk minimalis jadi saya membeli hanya Antena saja tapi yang berbentuk mini. 

Itulah Longterm Review Mini PC ASRock Deskmini X300 pemakaian selama 2 Tahun, secara fungsi masih normal dan tidak ada kerusakan bahkan Operating System sudah Update di ke Windows 11.  

Macam Macam Keyboard Berdasarkan Layout dan Ukuran


Keyboard PC memiliki banyak macam, disesuaikan dengan kebutuhan masing masing, ada yang menggunakan kabel (Wired) ada juga yang sudah tanpa kabel (Wireless), ada juga yang measih menggunakan Membran ada pula yang sudah Mechanical, tentunya yang semakin bagus atau punya fitur yang jauh lebih unggul pastinya harganya lebih mahal.

Secara Sederhana dari Full Size sampai yang Compact adalah pengurangan tombol yang ada di Keyboard, Jika kalian pengguna normal yang membutuhkan 100 % tombol Full Size tentunya pengurangan tombol ini akan mengurangi Fungsi, tapi untuk beberapa orang yang melakukan pekerjaan khusus pengurangan tombol ini lebih menguntungkan karena Ukuranya lebih kecil yang membuat Setup Kerja lebih rapi dan harganya lebih murah, dari pada membeli Keyboard 100 % Full Size Mechanical dengan harga yang mahal mending membeli Keyboard dengan Ukuran yang sesuai pastinya harganya pasti lebih murah jika levelnya sama. 
Dan inilah Macam Macam Keyboard Berdasarkan  Layout dan Ukuran 

1. Keyboard 100 % (Full Size)

Adalah Keyboard dengan jumlah Tombol lengkap dan juga bentuk yang Normal, mulai dari Huruf, Fungsi F1-F12, Arah Panah, dan Numerik Pad yang ada di paling kanan, Ukuran Keyboard ini juga yang paling besar dari yang lainnya dan akan memakan space lebih banyak di Setup Meja Kerja, dengan level yang sama harganya juga akan lebih mahal apalagi kalau Mechanical Keyboard, tapi karena Full Size dan memiliki Tombol yang lengkap, Keyboard ini bisa digunakan untuk berbagai macam pekerjaan, walaupun untuk sebagian orang tetap tidak nyaman.

Keyboard ini cocok untuk pengguna yang masih memerlukan semua fungsi dalam Keyboard atau pemula yang masih belajar tentang dunia Per-PC-an karena pastinya harus mengetahui semua Fungsi input pada Keyboard. 

 Contoh Keyboard 100% (Full Size) 

- Keychron K10 Wireless Mechanical



2. 96 % (Full Button)

Adalah Keyboard dengan jumlah Tombol lengkap tapi bentuknya tidak Full Size, dengan arti Layoutnya didesain padat tidak ada space sama sekali, Tombol dengan Tombol saling berdampingan.
 
Keyboard ini cocok untuk pengguna yang masih memerlukan semua fungsi dalam Keyboard tapi memiliki Setup Kerja yang minimal, butuh supaya lebih rapi saja. 

Contoh Keyboard 96 % (Full Button)

- Keychron K4 Wireless Mechanical



3. 80 % (Tanpa Numpad / Ten Keyless)

Keyboard 80% memiliki ukuran sama seperti Keyboard 100% tapi tidak memiliki Numpad biasanya disebut TKL (Ten Keyless) walaupun yang dihilangin tidak hanya 10 Tombol melainkan 17 Tombol jika pada ukuran Normal.  

Keyboard ini cocok untuk pengguna yang jarang sekali berurusan dengan angka - angka, atau kalau kalian bukan akuntan, engineering, sudah pasti tidak perlu Numpad, harga bisa lebih murah juga tidak makan tempat di Setup Meja Kerja. 

Contoh Keyboard 80 % (Tanpa Numpad)

- Keychron K8 Wireless Mechanical

4. 75 % (Compact 80 %)

Keyboard 75% sama seperti 80% yang membedakan adalah ukuranya dibuat Compact tanpa ada space diantara Tombolnya. Sama Seperti pengguna 80 %, 75 % akan membuat Meja Kerja lebih rapi lagi cocok untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi tapi masih memerlukan kerja yang cukup rumit dalam urusan input di Keyboardnya. 

Contoh Keyboard 75 % (Compact 80 %)

Logitech MX Mini
- Keychron K2 Wireless 


5. 65 % (Compact Arrow Button)

Keyboard 65 % lebih Compact lagi dari 75 % karena Fungsi Tombol F1 sampai F12 sudah dibuang atau dijadikan satu dengan button 1234 tapi masih memiliki Arrow Button.
   
Keyboard ini cocok untuk kalian seorang penulis tapi masih memerlukan tombol Arrow Button dalam pengetikanya, editing foto dengan beberapa shortcut atas kanan bawah juga masih bisa. 

Contoh Keyboard  65 % (Compact Arrow Button)

- Keychron K6 Wireless 


- Logitech Pop Keys

6. 60 % (Compact tanpa Arrow Button)

Keyboard 60 % rasanya memang dikhususkan untuk orang orang yang hanya mengetik kata kata, karena tidak membutuhkan fungsi fungsi khusus dalam input pekerjaanya, Arrow Button juga sudah dihilangkan.
 
Keyboard ini cocok untuk kalian yang paling sering dalam pekerjaanya mengetik kata kata seperti blogger, penulis cerita, ukuran mini bisa dibawa kemana mana. atau untuk kalian yang memerlukan Keyboard sebagai tambahan dari Laptop saja. 

Contoh Keyboard 60 % (Compact tanpa Arrow Button)

-Keychron K12 Wireless 

7. Single Hand (Left Hand)

Berbeda dengan ukuran Keyboard yang lain, Keyboard ini hanya memiliki tombol yang ada di area tangan kiri, karena memang dikhususkan untuk bermain Game. biasanya bentuknya lebih lebar karena langsung terdapat tatakan supaya pergelangan tangan lebih nyaman.

Jelas sekali Keyboard ini cocok untuk Gamer, yang hanya main game saja, mungkin untuk mengetik dan kebutuhan lain, mempunyai Keyboard lain. 

Contoh Keyboard Single Hand (Left Hand) 

- Gamesir VX2


Itulah 7 Jenis Keyboard berdasarkan Layout dan Ukuran, jadi buat kalian yang sudah baca sekarang bisa memilih keyboard mana yang paling cocok untuk pekerjaan kalian dalam pengetikan.

Mirroring Smartphone ke TV, Projector dan Monitor

Kali ini saya akan mereview sebuah Cable Converter untuk Mirroring Smartphone ke Projector, TV dan Monitor dari PX Digital Multimedia dengan nomer seri MHA-130.

#FUNGSI

Sesuai namanya Cable Converter, fungsi dari Cable ini adalah untuk mengkonversi Output dari Smartphone ke Output Display yang lebih besar bisa ke Projector, TV dan Monitor. atau bahasa yang lebih sederhana adalah Mirroring. Packagingnya simple, tapi di Boxnya banyak sekali penjelasan bergambar mengenai fungsi dan spesifikasi dan itu akan membantu sekali untuk cara penggunaaanya, dalam Box kita akan mendapatkan Cable Mirroring serta Manual dengan bahasa inggris dan bahasa indonesia. 

(Tutorial Map)

(Spesifikasi)

(Supporting Smartphone)

#SPESIFIKASI

Cable Mirroring ini mempunyai 3 Port Koneksi yaitu USB Type A untuk disambungkan ke Adaptor Charger, HDMI untuk dikoneksikan pada Display Output bisa Projector, TV, dan Monitor, kemudian 3 macam Port untuk Smartphonenya sendiri yaitu Micro USB, Lightning, dan Type C. Port Micro USB dan Type C tentunya untuk Smartphone Android, sedangkan Port Lightning untuk Smartphone IOS, dan pada Review kali ini saya menggunakan Smartphone Android Samsung A50s, Redmi Note 9 dan Output Display saya menggunakan TV Panasonic 24" Full HD, jadi mungkin pengalaman Mirroring Output Display ini akan berbeda tergantung Devices yang kita gunakan. 

(Port HDMI ke Monitor, TV, Projector)

(Port Micro USB, Type C, Lightning)

(Cable dilapisi dengan Silicon Rubber)

#CARA MENGGUNAKAN

Cara Penggunaanya gampang sekali, Port USB Type A di colokan ke Adapter Charger dan karena dalam BOX pembelian tidak termasuk Adapternya disini saya menggunakan Adaptor Charger milik HP Redmi Note 9. Setelah itu Port HDMI di colokan ke Monitor TV dan akan muncul Display System Mirroring di Monitor, dan yang terakhir tinggal mencolokan Port Type C ke Smartphone. Kalau untuk Smartphone IOS di Manual disebutkan bahwa tidak perlu Aplikasi untuk menggunakan, bisa digunakan secara plug and play. sedangkan untuk Smartphone Android harus menggunakan Aplikasi yaitu Mirroring dari Developer Xianzhi Wulian Technology.

Setelah Download Aplikasinya tinggal dibuka secara otomatis Mirroring akan berjalan, dan Bluetooth di Smartphone akan on secara otomatis serta akan ada pilihan untuk Pairing dengan Mira Audio, jika kita Pair suara dari Smartphone akan keluar dari Monitor, kalau tidak di Pairing suara akan keluar dari Smartphone. 

#FITUR APLIKASI

Pada Aplikasinya kita bisa memilih Miroring Mode, Picture Quality, Potrait Mode atau Lanscape Mode jadi kalau menggunakan Display Monitor secara Vertical juga bisa. Fitur tersebut bisa kita sesuaikan dengan Device yang kita gunakan, PAda Fitur Mirroring Mode saya pilih Theater Mode untuk Nonton Video sedangkan kalau main Game saya pilih Game Mode, dan untuk Picture Quality saya samakan dengan spesifikasi TV Monitor yaitu 1280 x 720 FHD. 

#HASIL NONTON VIDEO / FILM

Hasil untuk nonton Video di Youtube jernih dan bagus, Quality gambar juga tergantung Quality yang kita pilih di Youtube, Jika dilihat secara bersamaan di Smartphone dan Monitor tidak ada Delay sema sekali. tetapi jika di dengarkan suara yang dihasilkan ada Delay sepersekian detik ini memang akan sedikit mengganggu saat nonton Video tapi karena yang Delay hanya di Audio kita bisa matikan Bluetoothnya dan biarkan Suara yang keluar dari Smartphone, karena secara Visual tidak ada Delay Output dari Smartphone ke Monitornya. 

(Nonton Video Youtube : Gameplay Republic Rider)

(Nonton Video Youtube : Gameplay The Last of US 2)

#HASIL MAIN GAME

Kemudian untuk Hasil Main Game ini tergantung Smartphonenya karena saya coba di Samsung A50s itu ada Delay yang cukup mengganggu baik secara Visual maupun Audio, tetapi jika menggunakan Redmi Note 9 hasil Visual lebih bagus tapi untuk Audionya juga ada Delay seperti nonton Video.

(Main Game : Apex Legend Mobile)

(Main Game : Gangstar LAS Vegas)

#REVIEW

Cable Mirroring ini sangat cocok untuk kalian yang mempunyai TV biasa bukan TV Android jadi bisa Mirroring untuk Nonton Film atau Video streaming di Youtube dari Smartphone. Bisa juga untuk main Game tapi pastikan Smartphone kalian punya spesifikasi yang bagus. Kualitas Cablenya dilapisi dengan silicon rubber jadi aman untuk ditekuk tekuk dan Cable untuk Adapter Charger juga panjang jadi secara teknis tidak ada kendala fungsi penggunaan Cabel ini. Kalau masalah Delay di Audionya kita tinggal unpair Bluetooth audionya sehingga tidak ada Delay karena suara langsung keluar dari Smartphone. 

Kondisi dari review saya mungkin akan berbeda dengan kalian sesuai dengan Devices yang digunakan, disini Review saya juga menggunakan Smartphone biasa bukan Smartphone dengan chipset yang bagus untuk bermain Game,  apalagi saat main saya juga menggunakan Gamepad yang dikoneksikan secara Wireless melalui Bluetooth. 

Mouse dan Keyboard Gaming / FANTECH Thor II X16 dan Archer K512

MOUSE DAN KEYBOARD GAMING !!

Kali ini saya akan memberikan review dari salah satu mouse dan keyboard gaming dari brand Fantech yaitu Mouce Gaming THOR II X16 dan Keyboard Gaming Single Hand ARCHER K512, awalnya kedua devices ini saya gunakan untuk Setup Gaming Mobile untuk bermain game PUBG Mobile, Call Of Duty Mobile, dan beberapa game Mobile FPS, tidak hanya itu saja kedua kombinasi devices ini ternyata juga nyaman jika digunakan untuk bermain game di Windows PC, dan inilah review Mouse Gaming Fantech Thor II X16 dan Keyboard Gaming One Hand Archer K512. 

#Mouse Gaming Fantech Thor II X16

        Selain dari namanya kita pasti tahu bahwa Fantech Thor II X16 ini adalah Mouse Gaming. hal itu bisa dilihat dari visual, bentuk, LED RGB serta tombol macro yang ada pada mouse ini, Mouse ini berbentuk lebih besar dari Mouse Navigasi pada umumnya, ukuran dimensinya adalah panjang 129mm, lebar 68mm serta tinggi 41mm, Mouse ini mempunyai 7 tombol yaitu Klik Kiri, Klik Kanan, Klik Tengah, Tombol Macro 1 dan 2, Tombol DPI dan Tombol RGB. untuk Tombol Macro 1 secara default mejadi tombol forward (next) sedangkan Tombol Macro 2 secara default akan menjadi tombol Backward. Tombol DPInya sendiri digunakan untuk mengatur sensivitas mouse, jika diklik ada 4 tingkat level sensivitas yaitu Lambat, Sedang, Cepat, dan Sangat Cepat, ketika pertama kali menancapkan Mouse pada PC atau Laptop secara default kecepatan DPI adalah level Lambat, jika diklik akan beralih di level sedang begitupun seterusnya, Fantech menyebutkan bahwa Mouse ini mempunyai DPI terendah di angka 240 dan untuk maksimalnya ada di angka 4200. Kemudian untuk tombol RGB Switch digunakan untuk mengaktifkan, menonaktifkan dan mengatur LED RGB, tahan selama 2 detik untuk mematikan atau menghidupkan LED RGB, untuk mengatur LED RGBnya kita tinggal klik klik sampai LED RGB berkedip sesuai selera kita. semua fitur tersebut dapat diatur menggunakan software yang kita download di Website Fantech, caranya sangat mudah masuk ke website https://fantech.id/, pilih TAB bantuan, kemudian cari Mouse Fantech Thor II X16, download software dan install sepertin biasanya, jalankan softwarenya nah disitu kita bisa mengatur Tombol Macro digunakan untuk apa, sebagai contohnya saya mengatur tombol Macro 1 untuk membukan Windows Explorer, sedangakn tombol Macro 2 saya gunakan untuk membuka Google Chrome, 



Bentuk Mouse yang lonjong membuat navigasi di windows sedikit kurang smooth, jika dibandingkan dengan mouse dari logitech mouse feet dari fantech ini memang lebih kasar jadinya untuk navigasi kurang, cukup smooth tapi masih di level kasar, padahal saya punya deskpad ini sangat halus. sedangkan kabel mousenya cukup panjang yaitu 1.8 meter jadi tidak akan mengganggu navigasi maupun ssat bermain game, bahan kabelnya menggunakan Nylon yang lebih bagus dari pada kabel mouse biasa pada umumnya, karena tidak akan mudah tertekuk atau rusak jika digulung, Untuk feel klik dari setiap tombolnya rasanya standart tidak ada yang lebih tidak ada yang kurang, srcoller mouse ini dilapisi dengan rubber silicon jadinya lumayan soft dan nyaman di jari ketika kita scroling scroling, secara feel setiap button tidak begitu buruk, not bad untuk mouse gaming dibawah 200rban. Fantech mengkalim bahwa tombol dari mouse ini mempunyai life time 10juta kali klik, Mouse ini cukup terjangkau harganya sendiri dibanderol Rp 159.00,00, dengan spesifikasi dan fitur yang diberikan saya rasa cukup worth it jika kalian ingin membeli Mouse ini hanya untuk bermain game, jika digunakan untuk Mouse Navigasi sehari hari saya rasa masih ada pilihan Mouse Standart yang lebih nyaman dari pada Mouse ini, apalagi kalau kalian sangat jarang main game, bentuk yang lumayan besar dan berkabel akan cukup mengganggu setup meja kerja kalian, Mouse ini hanya cocok untuk kalian yang memang mempunyai frekuensi bermain game lebih banyak dari pada bekerja di depan Komputer atau Laptop. 

#Keyboard Single Hand Archer K512

Jika kita mencari Keyboard Single Hand tidak akan ada banyak brand yang menyediakan, yang mana Keyboard Single Hand memang dikhususkan untuk bermain game, sedangkan keyboard dengan layout 70 % pun bisa nyaman digunakan untuk bermain game serta mengetik, jadi brand enggan mengeluarkan series keyboard single hand, karena pastinya jarang konsumen yang membeli, walaupun keyboardnya akan tetap laku, tapi bagi gamer casual seperti saya, rasanya sangat membutuhkan keyboard gaming single hand, keyboard biasa hanya akan saya gunakan untuk bekerja sedangkan keyboard single hand saya khususkan untuk bermain game. karena jika membeli keyboard mechanical yang cukup nyaman untuk bermain game dan mengetik harganya juga mahal. Keyboard ini masih menggunakan system membran, dengan travel distance cukup tinggi namun sangat nyaman digunakan karena memiliki bentuk yang sangat ergonomis, yaitu memiliki bantalan untuk pergelangan tangan dan juga bentuk tengah yang cekung tidak flat, jika dibandingkan dengan keyboard normal ketinggian dari keyboard ini juga lebih tinggi dan memiliki tombol yang lebih besar yang membuat jari kita leluasa dan menghindari salah pencet, jika ditotal semua tombol dalam keyboard ini adalah sebanyak 35 tombol, sama seperti Mouse X16 II keyboard ini juga menggunakan kabel nylon sepanjang 1.6m, Jika ada perbedaan fitur Mouse Fantech II X16 mempunyai software untuk mengatur fitur yang ada didalamnya, keyboard ini tidak memiliki software, jadi ya tidak ada konfigurasi yang bisa diatur dari keybord ini, walaupun memiliki tombol macro pengaturanya diatur secara manual.



Yang paling saya suka dari keyboard ini selain harganya yang murah, adalah posisinya yang sangat ergonomis, jika saya Fantech mengeluarkan keyboard seperti ini namun menggunakan system Mechanical dan juga koneksi wireless tentunya saya pribadi akan tetap membelinya, karena diawal sudah merasakan posisi yang sangat ergonomis saat bermain game. bentuk cekungan ditengah juga membuat kita cepat beradaptasi di setiap game berbeda yang kita mainkan. 

#Kombinasi BRAND

Kombinasi dari brand yang sama memang sangat cocok, keputusan yang paling tepat untuk kalian jika ingin membeli Mouse dan Keyboard ini adalah kalian memang benar benar jarang bekerja di depan komputer dan sering menghabiskan waktu untuk bermian game di platform Windows PC, Mouse yang mempunyai beberapa fitur gaming dan juga Keyboard Single Hand khusus untuk bermain game FPS tentunya sangat rekomended apalagi kedua devices ini bisa didapatkan hanya dengar harga 300rban, itulah review untuk Mouse Gaming Fantech II X16 dan Keyboard Single Hand Archer K512 semoga bermanfaat kalian juga bisa menonton videonya di Youtube Pengentahudotcom

Rekomendasi Keyboard dan Mouse Wireless Budget untuk Setup Kerja Simple & Minimalis

 

Setup kerja yang simple dan minimalis akan lebih sempurna jika menggunakan peripheral tanpa banyak kabel, hardware paling utama untuk bekerja adalah keyboard dan mouse dan kali ini saya akan merekomendasikan kombinasi keyboard dan mouse untuk setup kerja simple minimalis, kombinasi ini cocok untuk kalian yang berprofesi sebagai  blogger, reviewer, menulis kata tanpa menggunakan banyak angka layaknya akuntan, karena mengusung tema setup minimalis dan simpel maka pemilihan keyboard harus menggunakan layout 70% tanpa numerik key, kemudian untuk pemilihan mouse saya mencari yang simple hanya untuk navigasi cursor pada pc tidak perlu mencari yang multifungsi untuk gaming, atau yang terdapat tombol micro untuk menambahkan shorcut. Untuk harga kali ini saya batasi di angka Rp. 500.000,00, dan pilihanya adalah Logitech K480 untuk keyboard dan Logitech M331 untuk mouse.



1. Logitech K480 Keyboard Wireless Bluetooth Multi Devices

Jika dilihat di website resmi Logitech, harga Keyboard K480 adalah Rp. 729.000,00, tapi jika kita membeli di toko online  harganya adalah Rp. 460.000,00. karena ada diskon 30%  dan sampai saat artikel ini dibuat dan publish diskonya tetap sama yaitu 30%, Walaupun keyboard dengan layout 70%, tapi keyboard ini lebih lebar dari pada keyboard pada umumnya karena adanya stand smartphone, tombol power, dan pilihan koneksi yang berada diatas tombol, bentuk tersebut membuat keyboard ini lebih lebar 35% dari pada keyboard lain yang ramping dan panjang, alasan saya memilih keyboard ini adalah karena stand samrtphone bisa digunakan untuk menonton video di youtube sembari mengetik, atau jika kalian mempunyai tablet harusnya keyboard ini lebih berguna karena bisa dibawa kemana mana sambil menulis skrip di tablet. Spesifikasi dimensinya adalah sebagai berikut : 

Tinggi: 195 mm

Lebar: 299 mm 

Tebal: 20 mm

Berat: 820 g

Untuk kualitas dari tombolnya Logitech mengklaim bahwa setiap tombol memiliki 5juta keystroke yang berarti setiap tombol bisa tahan sampai 5 juta x pencet, kemudian kenyamanan mengetik dengan feeling jarak atara tombol serta permukaan tombolnya sendiri sudah bisa dibilang sangat nyaman, sesuai namanya multi devices, keyboard ini dapat terkoneksi 3 devices secara langsung, kita tinggal memilih koneksi mana yang ingin digunakan dengan dial secara mudah, tapi sebelumnya harus di pairing setiap dialnya. karena adanya dial tersebut keyboard ini support di berbagai devices yaitu minimal dengan spesifikasi Windows® 10,11, Mac: macOS 10.14, Chrome OS™, iPadOS 13.1, iPhone iOS 11, Android™ 7, semua devices yang sudah mempunyai OS yang lebih tinggi pastinya bisa digunakan. menggunakan baterai AAA 2 buah selama 2 bulan lebih keyboard ini tidak ada tanda tanda delai karena baterai habis, padahal kondisinya tidak saya matikan selalu on walaupun tidak bekerja. 

2. Logitech M331 Mouse Wireless Silent Click

Untuk mouse pilihannya adalah Logitech M331 Mouse Wireless Silent Click, saya memang mencari yang hanya memiliki 3 tombol klik kanan, kiri, dan scrol tengah. bukan mouse yang memiliki tombol macro tambahan untuk menambahkan shorcut, tapi mencari fungsi untuk navigasi dengan akurasi yang baik dan mouse M331 ini sudah sangat cukup dan cocok untuk Setup Simple dan Minimalis. Mouse ini memiliki sensor optik kurang lebih 1000 DPI jadinya sangat nyaman untuk navigasi, feeling handlingnya sendiri juga nyaman ada rubber yang memiliki tekstur dibagian samping membuat genggaman saat bernavigasi semakin nyaman, sensasi kliki yang tanpa suarapun juga memuaskan, untuk harganya adalah Rp. 319.000,00. tapi seperti biasa kita bisa mendapatkan dengan harga Rp. 189.000,00 jika membeli di toko online. 


Kekurangan

    Semua produk pasti mempunyai kekurangan, tidak lengkap jika saya jelaskan kecocokan kombinasi Keyboard Logitech K480 dan Mouse M331 untuk Setup Kerja Simple dan Minimalis, pastinya ada beberapa kekurangan yaitu  sebagai berikut :

#Untuk Keyboard Logitech K480

Yang pertama kekurangan untuk Logitech K480, adalah keyboard ini menggunakan koneksi bluetooth tanpa menggunakan dongle, jadi hanya bisa dioperasikan ketika sudah masuk dalam menu Windows, ketika hendak melakukan pengaturan di bios tentunya keyboard ini tidak berfungsi. 

Yang kedua jika kalian tidak mempunyai tablet atau tidak ingin menonton sesuatu ketika mengetik lebih baik membeli keyboard yang tidak terdapat stand, karena lebar dari pada keyboard ini lumayan memakan tempat di meja. 

Yang ketiga adalah tidak adanya stand supaya keyboard dapat diletakan dengan sudut kemiringan, jadi jika tidak diberikan pengganjal, posisi mengetik kurang nyaman

#Untuk Mouse M331 

Cuma ada satu kekurangan adanya delay yang lumayan mengganggu padahal jika dilihat jarak antara PC dan Mouse di setup saya tidak terlalu jauh sekitar 100cm, jika melihat spesifikasi jarak yang bisa dicapai mouse ini adalah 10m, tapi kenyataanya tidak sejauh itu, sayapun perlu memasang dongle di port usb depan pc dari pada di belakang. 

Itulah rekomendasi kombinasi keyboard dan mouse budget untuk setup kerja simple dan minimalis, yang terkhusus untuk seorang blogger, copywriter, dimana pekerjaanya tidak menggunakan numeric key sama sekali layaknya akuntan, dan tentunya penggunaan mouse hanya untuk navigasi tanpa memerlukan bantak tombol macro. 

© all rights reserved
made with by templateszoo