Perbandingan Dual Shock 4 dan Xbox Controller Series X

Bermain game di Platform Windows PC memungkinkan kita untuk memilih controller yang paling nyaman untuk kita gunakan, berbeda dengan bermain game di console yang mengharuskan kita menggunakan controller dari console tersebut, tapi karena bisa memilih controller apa yang cocok, terkadang kita juga bingung controller mana yang paling nyaman dan worth it. Sebagai Gamer Casual di Platform Windows PC yang bermain game hanya untuk having fun saja, controller yang saya pilih pastinya type joystick yaitu Dual Shock 4 dan Xbox Controller Series X. Kedua controller ini memiliki layout button yang berbeda, untuk DS4 meiliki analog kiri yang sejajar dengan analog kanan sedangkan Xbox Controller memiliki analog kiri diatas, yang sejajar dengan analog kanan adalah tombol D-Pad. Layout ini yang biasanya saya jadikan acuan untuk menamai layout button untuk sebuah gamepad, gamepad tersebut menggunakan layout button Playastation atau Xbox. Untuk mengaktifkan Gamepad, Xbox Controller memiliki tombol power tersendiri tapi jika sebelumnya sudah terpairing maka cukup pencet tombol home berlogo X, sedangkan DS4 harus memencet tombol share + home. karena DS4 memang bukan di peruntukan untuk platform windows fitur yang ada di DS4 membutuhkan software tambahan, seperti touchpad dan tombol home untuk gamebar ketika bermain. fitur tersebut hanya akan aktif jika kita menggunakan aplikasi DS4 Windows, sedangkan untuk Xbox Controller fiturnya langsung dapat digunakan karena memang support di platform windows. untuk fitur port jack audio 3.5mm yang ada dibelakang. kedua gamepad harus tersambung menggunakan koneksi wired, jika menggunakan menggunakan koneksi wirelles port jack audio tidak akan berfungsi. Untuk koneksi wirednya sendiri DS4 masih menggunakan port micro usb sedangkan Xbox Controller sudah menggunakan Port USB Type C. 


Secara Fisik, bentuk dari Xbox Controller lebih besar dari pada DS4, bentuk fisik ini berpengaruh pada tingkat ketahanan dalam bermain. kalau saya sendiri akan lebih nyaman menggunakan Xbox Controller dengan waktu yang lebih lama dari pada menggunakan DS4, karena feel genggaman pada tangan saya lebih pas dan nyaman dengan bentuk yang lebih besar. untuk feel button kedua gamepad ini boleh saya bilang 11/12 tapi karena bentuk tombol dari Xbox controller lebih pas maka saya akan bilang urusan feel button Xbox Controller lebih bagus, pada permukaan action button tombolnya lebih cembung dan pada Triger R L bentuknya lebih lebar hal ini membuat feel dalam memencet tombol lebih nyaman. sedangkan untuk DS4 semua tombolnya flat dan untuk trigger R dan L lebih ramping dan terlalu dalam. 


Setiap orang mempunyai cara yang berbeda beda dalam memegang gamepad untuk saya terkadang memegang controller dengan cara seperti ini, jadi tombol analog Xbox Controller yang berada diatas mengungguntungkan buat saya karena jari jembol lebih mudah untuk menggapai d-pad. dan lagi lagi boleh saya bilang Xbox Controller lebih unggul dalam hal ini. apalagi dengan tekstur grip yang lebih tebal. 

Xbox Controller menggunakan baterai 2 bateari AA, sedangkan DS4 menggunakan baterai tanam. masing masing memiliki kelemahan dan kelebihan, untuk daya tahan jangka panjang tentunya baterai DS4 lebih diuntungkan karena tipenya hanya perlu mengecharge, ganti bateraipun itu bisa sangat lama, apalgi jika jarang digunakan. sedangkan untuk Xbox Controller kita harus mengganti setiap kali baterai sudah habis, atau alternatifnya kita membeli baterai rechargeable dan juga chargernya. tapi untuk kenyamanan bermain tentunya lebih menguntungkan menggunakan Xbox Controller karena jika baterai habis ditengah jalan kita bisa mengganti baterai secara cepat, sedangkan untuk DS4 kita harus mengecharge baterainya terlebih dahulu, walaupun bisa main sambil ngecharge tapi kita harus menarik kabel dari pc lagi, dan hal ini tidak akan membuat nyaman bagi orang yang memiliki clean setup tanpa banyak kabel. seperti pada saat unboxing ternyata baterai DS4 habis dan saya harus mengecharger sebentar sebelum pengetesan, dan pertama kali pengechargean menggunakan charger 20watt sampai penuh DS4 membutuhkan waktu selama 5 jam. 

Untuk harga DS4 saya beli dengan harga 749 ribu sedangkan Xbox Controller saya beli dengan harga 949 ribu, supaya lebih mudah dalam menilai kedua gamepad ini secara visualisasi jadi saya pilih sama sama warna merah. untuk Xbox Controller kombinasi warna merahnya adalah dengan warna hitam dan putih, warna hitam ada ditombol sedangan tombol putih dibagian handle, kombinasi ini sangat tidak menguntungkan karena warna putih dibagian bawah akan lebih cepat kotor, walaupun secara visual memang sangat menarik dan elegan. sedangkan untuk DS4 kombinasi warnanya adalah merah cerah merah gelap hitam dan abu abu, warna merah ada dibody bagias atas merah gelap ada dibagian bawah, warna hitam abu abu ada di touchpad dan tombol.

Xbox Controller banyak diunggulkan dalam penilaian kali ini, selain memang diperuntuhkan di platform windows pc Xbox Controller series X ini adalah seri yang terbaru walaupun tidak jauh beda dengan controller xbox one tapi harusnya perlu dicompare dengan Dual Sense 5 milik Playstation 5, dan jika ada kesempatan akan saya buatkan videonya. walaupun kedua gamepad ini sangat oke tapi saya tidak bisa merekomendasikan karena harganya yang mahal dan tidak worth it jika hanya untuk kebutuhan casual gaming, satu satunya hal hebat dari kedua gamepad ini adalah bisa terdeteksi Xbox Controller pada PC walaupun menggunakan koneksi wirelles, jadi game windows pc bisa langsung dimainkan tanpa harus mapping tombol, untuk kualitas memang sangat bagus karena akan berpengaruh pada ketahanan, tapi masih ada gamepad lain yang lebih murah menurut saya dengan tipe joystick yang mempunyai harga lebih bersahabat.penilaian ini hanya pada pengalaman pribadi menggunakan dan pastinya setiap orang mempunyai selera yang berbeda beda, jika ada fitur fitur yang belum saya sebutkan silahkan tinggalkan komentar dibawah.  

Pengertian Gamepad


Saat ini bermain game di smartphone lebih digemari karena lebih mudah dan bisa dimainkan oleh banyak orang, Console dan PC pastinya masih menjadi juara kalau bicara platform dalam bermain game, namun jumlahnya masih kalah dengan smartphone, karena tidak semua orang mampu membeli pc gaming ataupun console seperti Playstation, Xbox dan Nintendo (sejauh ini BIG 3 itu sih yang jadi andalan jika bicara mengenai console). entah smartphone kelas low end sampai high end pasti kebanyakan juga digunakan untuk bermain game, game yang sering dimainkan ya mobile legend dan pubgm, karena banyak pengguna yang bermain game di smartphone saat ini sudah ada gamepad (stick) yang digunakan untuk smartphone. mulai dari harga yang terjangkau sampai yang mahal, merk yang paling terkenal dan berdasarkan pengetahuan saya yang paling mendahului adalah IPEGA, dan disusul merk lain seperti Gamesir, Rexus, Mocute dan masih banyak lagi. Dalam dunia per gamepad an tentunya ada macam macam tipe, cara pemakaian, cara penggunaan untuk smartphone. berdasarkan pengalaman saya sampai saat ini tentang dunia per gamepad an saya akan membagikan pengetahuan yang saya ketahui tentang gamepad. 


Tipe Gamepad

Yang pertama adalah tipe gamepad, berdasarkan bentuk saat ini sudah ada macam macam tipe gamepad yang disesuaikan dengan pengguna smartphone, jika dulu stick hanya berbentuk joystick seperti pada console saat ini sudah ada perubahan, 

(Gampead IPEGA PG-9099 adalah tipe Joystick)    

1. Tipe Joystick 

Bentuk gamepad type jostick mungkin sudah umum diketahui banyak orang karena pada awalnya gamepad tipe joystick (mungkin) yang dikenal sebagai alat dalam bermain game tentunya pada console, ciri ciri tipe joystick adalah memiliki tombol yang lengkap, lengkap disini berarti sesuai standart gamepad pertama kali ada, saya ambil referensi dari joystikc playstation, tombol lengkapnya adalah mempunyai analog kanan dan kiri tombol ini berfungsi sebagai penggerak (gerakan) dalam game entah itu gerakan objeck dalam game atau sudut pandang (kamera), Face Button biasa dikenal Kotak, X, Segitiga, Bulat, tombol ini berfungsi sebagai tombol aksi (perintah objeck melakukan sesuatu) seperti menendang bola, memukul, menembak. jika dalam menu biasanya digunakan untuk memilih atau opsi kembali, kemudian ada tombol D-Pad, D-Pad sebenarnya adalah awal mula terciptanya tombol Analog, fungsinya tidak jauh beda dengan analog yaitu menggerakan objeck dalam game namun gerakanya itu satu arah jika ingin menggerakan ke arah lain tombol yang di tekan D-Pad arah lain seperti arah bawah ke kiri, karena hadirnya analog saat ini tombol D-Pad dijadikan sebagai tombol kombinasi dalam suatu permainan. selanjutnya ada tombol spesial yaitu tombol L dan R, sesuai namanya tombol spesial adalah tombol yang digunakan untuk gerakan spesial seperti untuk ulti pada permainan fighting. tombol L dan R dibagi menjadi 4 yaitu L1 L2 R1 R2, L untuk Left dan R untuk Right. kemudian ada tombol Start dan Select untuk memulai gamepad option dalam permainan, karena saat ini teknologi wirelles sudah diterapkan pada gamepad ada tombol tambahan yaitu tombol power tidak lain fungsinya adalah menyalakan gamepad biasanya dinamai dengan tombol (Home), jika dulu mengaktifkan gamepad yang dengan menghubungkan kabelnya sekarang tinggal memencet tombol home. selain itu di gamepad modern saat ini terdapat tombol yang dinamai M1 sampai M4 letaknya ada dibawah stick yang mana fungsinya adalah mengcopy tombol lain, misalkan M1 dijadikan untuk R1, maka didalam game jika menekan M1 fungsinya akan sama dengan R1, terdapat cara tersendiri dalam mengkonfigurasi settingan ini. Tipe joystick bisa digunakan untuk smartphone, PC, Console, bahkan Smart TV atau Android TV, jika untuk smartphone saat ini gamepad sudah dilengkapi dengan Holder, kalaupun tidak ada seperti halnya Stick PS4 masih ada aksesoris untuk holder smartphone secara terpisah. pada review di channel youtube, penilaian tentang kekuatan holder smartphone jadi acuan karena jika kebanyakan holder tidak dapat menahan smartphone, istilahnya kurang pas dan tidak terkunci rapat (kocak). 

 

(Gampead SAITAKE 7007F adalah tipe Telescopic)

2.Tipe Telescopic 

Tipe ini dikhususkan untuk smartphone karena bentuknya ramping dan tengahnya terdapat space sebagai tempat smartphone, jadi telescopic ini body nya bisa ditarik vertical dan ditengahnya terdapat untuk smartphone, jadi seperti ala ala nintendo switch apalagi jika ada warna biru dan merah seperti gamepad saitake 7007F1 dan IPEGA PG-9217. Tipe telescopic ini masih dapat dikategorikan lagi menjadi 4 macam yaitu Normal Telescopic (Dual Hand), Single Telescopic (Single Hand), Both Telescopic (Bisa single hand dan dual hand), FAN Gamepad Telescopic


(Gampead IPEGA PG-9087s adalah tipe Telescopic Dual Hand)

  • A. Normal Telescopic (Dual Hand), Dual Hand telescopic memiliki tombol yang lengkap dikanan dan dikiri, gamepad ini cocok untuk bermain game aksi seperti GTA-San Andreas, Racing Asphalt Series dari Gameloft, Game Sport Seperti Pro Evolution Soccer dan tentunya saja yang saya sebutkan tadi adalah versi mobile ya. contoh untuk gamepad telescopic dual hand adalah Saitake 7007F, IPEGA PG-9087s, IPEGA PG-9217 sejauh ini cuma 3 tipe itu yang pernah saya review

(Gampead Mocute 058 adalah tipe Telescopic Single Hand)
  • B. Single Hand, sesuai namannya single hand gamepad ini kebanyakan cuma memiliki tombol disisi kiri yang lengkap, untuk sisi kanan bervariasi ada R1 dan R2 ada yang tidak ada tombolnya sama sekali, gamepad ini dikhususkan untuk game FPS dan diharuskan mendapatkan akurasi yang bagus dalam bermain. tombol yang ada bagian sisi kiri digunakan untuk beraksi sedangkan tangan kanan kita bebas menggerakan aim pada layar smartphone, jika ada tambahan R1 dan R1 lebih mantap lagi. contoh untuk gamepad telescopic single hand adalah IPEGA PG-9120 (Unicorn), IPEGA PG-9121 (Red Spider), Mocute 058

(Gampead IPEGA PG-9087s adalah tipe Both Telescopic)
  • C. Both Telescopic, gamepad ini tergolong gamepad yang langka karena sampai saat artikel ini dibuat cuma ada IPEGA PG-9167 (Dual Thorn), gamepad ini memiliki dua pilihan yaitu bisa digunakan sebagai single hand maupun dual hand, terdapat dua handle kanan yang dapat diganti, ketika dual hand jumlah face buttonnya lengkap, sedangkan untuk single hand face button hanya terdapat tombol spesial R1, karena cuma ada IPEGA PG-9167 berdasarkan pengalaman saya gamepad ini kurang efektif karena konstruksi gamepad yang dapat diganti dengan telescopicnya kurang kuat membuat gamepad tidak kokoh ketika smartphone diletakan pada gamepad. terlepas dari kualitas gamepad IPEGA PG-9167 yang kurang bagus.
  • D. Fan Gamepad Telescopic, berbeda dengan gamepad lain, fungsi utama dari gamepad ini adalah untuk menurunkan suhu smartphone ketika bermain game, sedangkan fungsi tombol digantikan dengan penekan yang disentuhkan pada layar smartphone, mekanismenya menggunakan peer yang ditekan dibelakang gamepad. di channel youtube saya saat ini baru ada merk memo yang saya unboxing dan saya review, yaitu MEMO AK77, MEMO AK88, MEMO DL88, ada yang menggunakan fan biasa untuk mendinginkan smartphone ada juga yang menggunakan sentuhan langsung direct touch menggunakan thermal cooler, gamepad ini cocok untuk yang suka main game dengan jangka waktu yang lama, dan game yang cocok adalah Genshin Impact, PUBGM, MLBB. terutama Game Genshin Impact karena dapat menurunkan suhu pada saat bermain game.  

3. Tipe Koneksi

Tipe koneksi adalah cara bagaimana gamepad dikoneksikan pada perangkat, tentu saja dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu wired (menggunakan kabel) dan wirelles (tanpa kabel), tipe wired biasanya ditemukan pada gamepad versi lama (jadul) caranya cukup mengkoneksikan kabel gamepad pada perangkat dan tinggal main game, tipe wirelles juga sama jika pada console, namun jika pada smartphone terdapat beberapa koneksi dan cara karena sampai saat ini smartphone masih tidak sepenuhnya support dengan gamepad. 

    1. Wired (menggunakan kabel), walaupun sudah jarang ditemui, console PS4 masih menggunakan kabel untuk koneksinya, memang bisa wirelles namun jika kehabisan baterai koneksi wired stick ps4 difungsikan untuk mengecharge sambil bermain, walaupun ribet dan tidak simple karena menggunakan kabel gamepad dengan koneksi wired masih menang dari segi sensivitas mengurangi delay saat bermain game terutama pada PC. tipe wired juga mengikuti perkembangan kemajuan kabel koneksi dari Type A, Micro USB sampai dengan Type C

  • A. X360 Mode (Wired), adalah koneksi wired untuk PC yang mana ketika menggunakan koneksi ini Game Resmi dan Original (bukan crack) bisa langsung terkonfigurasi tanpa perlu setting tombol dalam game, sama seperti wirelles X360 bedanya cuma menggunakan kabel, koneksi ini masih banyak ditemui pada gamepad, kebanyakan gamepad memiliki koneksi X360 jika menggunakan kabel, itulah keunggulanya.
  • B. HID Mode (Wired), HID mode adalah koneksi standart yang mana jika di PC tidak bisa langsung digunakan walaupun itu adalah game resmi atau original (bukan crack), koneksi hanya HID bisa digunakan secara langsung jika sebuah game memiliki konfigurasi button seperti halnya game Pro Evolution Soccer, jika tidak ada konfigurasi untuk buttonya game bajakan bisa menggunakan aplikasi tambahan yaitu X360ce, aplikasi tersebut berfungsi memasukkan data konfigurasi button dalam game.
 2. Wirelles (tanpa kabel), untuk tipe koneksi wirelles pada console sudah tidak ada pembahasan yang khusus karena console didesain untuk bermain game jadi caranya juga tinggal dikoneksikan sedangkan yang memiliki pembahasan lebih jauh adalah pada PC dan Smartphone, tipe koneksinya adalah X360 Mode (PC), HID Mode (PC dan Smartphone), Android Standart Mode (Smartphone Android), IOS Mode (Smartphone IOS / I-Phone). 
  • A. X360 Mode Wirelles, adalah koneksi wirelles untuk PC yang mana ketika menggunakan koneksi ini Game Resmi dan Original (bukan crack) bisa langsung terkonfigurasi tanpa perlu settingan tombol tombol dalam game, biasanya game dalam Steam, Epic Games, BattleNet mengaharuskan menggunakan X360 Mode karena konfigurasi tombol tidak bisa disetting diluar game, namun jika bisa menggunakan koneksi X360 Mode tidak kita akan dipermudahkan dalam bermain game. berbeda dengan menggunakan kabel untuk koneksi X360 Wired, tidak semua gamepad bisa langsung terkoneksi dengan mode X360 (mungkin yang bisa Xbox Controller), DS4 Controller milik PS4 harus menggunakan aplikasi tambahan supaya terdeteksi sebagai X360 Mode, tidak hanya DS4 saja sejauh ini gamepad IPEGA juga belum ada yang mempunyai koneksi X360 Mode Wirelles, pada Steam koneksi X360 mode juga bisa digunakan untuk mengoperasikan menu dalam aplikasi jadi penggunaanya lebih efektif
  • B. HID Mode (Wirelles PC dan Android), HID Mode adalah koneksi versi lite jika pada PC karena pada game yang terdapat konfigurasi button seperti Pro Evolution Soccer (PES) tinggal disetting secara mudah, untuk game original dan game resmi pc tidak bisa digunakan karena harus menggunakan koneksi X360. Sedangkan pada android koneksi ini langsung bisa digunakan tanpa perlu mapping dan tentunya pada game yang mempunyai direct input, biasanya game yang memiliki direct input adalah game dari developer Gameloft, contohnya adalah Asphalt, Gangstar LAS Vegas. atau kalian bisa melihat apa saja game yang memiliki direct input di android bisa menggunakan aplikasi Gamepad Center. koneksi ini juga bisa digunakan untuk mapping jika game tidak memiliki direct input dengan menggunakan aplikasi pihak ketiga yaitu Panda Gamepad Pro. jadi kita bisa memainkan game yang tidak memiliki direct input dengan cara mapping dan langsung main jika game memiliki direct input, namun ada kelemahanya juga karena HID mode harus menggunakan aplikasi Panda Gamepad Pro yang berbayar seharga 17K di Playstore
  • C. Android Standart Mode (Android), Koneksi ini digunakan untuk mapping pada game android yang tidak memiliki direct input, contohnya game PUBG, MLBB, game game tersebut tidak memiliki direct input maka harus mapping menggunakan aplikasi pihak ketika yaitu V3 Shooting Plus, V3 shooting plus dikususkan untuk Android Standart Mode, jika gamepad hanya memiliki koneksi HID mode maka harus menggunakan aplikasi Panda Gamepad Pro, kebalikan dari koneksi HID mode, sedangkan koneksi ini tidak bisa langsung digunakan pada game yang memiliki direct input. keunggulan koneksi ini adalah tidak perlu membayar karena V3 Shooting Plus aplikasi free di Playstore.

4. Aplikasi Mapping

   1. X360ce, aplikasi ini digunakan pada Windows PC yang berfungsi untuk menkonversikan button pada game yang tidak resmi (bajakan) dan untuk gamepad yang tidak memiliki koneksi X360, aplikasi ini ditujukan untuk kalian yang menggunakan game bajakan dan tidak memiliki gamepad dengan koneksi X360. cara settingnya juga tidak terlalu ribet. 

   2. Panda Gamepad PRO, aplikasi ini digunakan untuk Smartphone android pada gamepad dengan koneksi HID Mode, di Playstore sampai saat artikel ini dibuat aplikasi ini berbayar seharga 17K, dan harus diaktivasi sebelum digunakan keunggulan aplikasi ini adalah memiliki koneksi HID mode jadi untuk Gamepad seperti DS4 bisa digunakan, dan jika ingin pindah game yang memiliki direct input tidak perlu ganti koneksi, langsung open game dan dapat dimainkan. 

  3. V3 Shooting Plus, aplikasi ini digunakan untuk Smartphone Android pada gamepad dengan koneksi Android Std mode, di Playstore sampai saat artikel ini dibuat aplikasi ini disediakan secara gratis. aplikasi ini memliki dua mode yaitu Direct Mode yang mana tidak perlu diaktivasikan namun fiturnya hanya bisa digunakan untuk mapping saja, jika ingin menggunakan multitouch maka harus menggunakan Activation Mode contohnya seperti menggunakan Gamepad Single Hand yang mengharuskan kita menggunakan tangan kanan menyentuh layar yang berarti multitouch, contoh game yang tidak perlu multitouch adalah eFootbal 2021, Genshin Impact sedangkan contoh untuk game yang menggunakan multitouch pada gamepad tipe single hand adalah PUBGM, Mobile Legend, dan game game lain yang membutuhkan sentuhan jari untuk bermain entah itu bergerak atau aiming, pada kondisi lain aplikasi ini harus menggunakan Activation Mode untuk Smartphone dengan chipset mediatek ataupun Perlengkapan gaming mouse dan keyboard

Itulah hal hal yang perlu diketahui untuk bermain game di smartphone menggunakan gamepad, mungkin terlihat sangat rumit namun jika dipelajari tidak begitu rumit juga, apalagi jika kalian maniak game di smartphone. intinya adalah bagaimana cara memainkan game dengan gamepad dengan smartphone sesuai spesifikasi dan jenisnya, karena perkembangan gamepad akan semakin maju karena smartphone juga dikembangkan sangat cepat bahkan sekarang bisa streaming game di console pada smartphone dan pastinya harus menggunakan gamepad. atau jika kalian adalah tipe orang yang biasa saja, cukup beli gamepad dengan koneksi HID mode dan langsung mainkan game yang mempunyai direct input sehingga kalian tidak ribet untuk mapping dan setting. saya sendiri pastinya lebih seru menggunakan gamepad dari pada menyentuh layar smartphone.

Alat Alat untuk belajar Servis HP sendiri

    


Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang services hp sendiri, untuk belajar menyervices hp sendiri tentunya saya membutuhkan beberapa tools, mungkin yang saya gunakan bukan standart untuk service hp namun menurut saya ditahap belajar sudah cukup. silahkan baca juga pengalaman saya diartikel sebelumnya


artikel sebelumnya : Pengalaman Services HP (Smartphone) Sendiri

Berikut adalah tools yang saya gunakan untuk belajar services hp


1. Obeng Set


    Obeng ini bisa kalian temukan di banyak marketplace tidak seperti yang saya punya juga bisa asalkan ukuranya ada yang kecil, misalnya ukuran mata obengnya (+) 0.6, karena kebanyakan Smartphone menggunakan baut yang ukuranya kecil ukuran mata obeng juga harus diperhatikan, tidak begitu mahal kalian bisa membelinya dengan harga 80.000, cover mata obengnya juga terbuat dari bahan yang halus bukan kotak plastick atau akrilic jadi bisa flexibel dan mudah dibawa kemana mana


2. Mini Gun Heater

  Sebelumnya saya belum tahu bahwa ada mini gun heater yang kecil, setahu saya itu yang besar seperti yang digunakan di alat pertukangan, jadi saya tidak membeli heater gun selain mahal ukuranya juga besar, namun setelah membaca banyak referensi dan melihat banyak tutorial saya menemukan mini gun heater dan langsung membelinya harganya cukup terjangkau yaitu 90.000 dan ternyata banyak juga ditemukan di beberapa marketplace. setelah menggunakan mini heater gun saya cukup terbantu ukuran yang mini tidak membuat proses pemanasan lama, tidak butuh waktu 5 menit cover backdoor hp yang saya bongkar sudah bisa dibuka dengan mudah artinya lemnya bisa terkelupas dengan baik, walaupun tidak ada pengaturan suhunya namun sudah cukup sekali untuk digunakan, saya sangat merekomendasikan mini gun heater ini buat kalian yang belajar services hp sendiri


3. Pencukit

    Sebenarnya ada alat khusus untuk membuka bagian smartphone seperti cover belakang, frame tengah, dibutuhkan alat tumpul tipis namun kuat untuk membukanya karena saya memiliki pick gitar yang banyak jadi saya memanfaatkan pick tersebut, alat apapun sebenarnya bisa digunakan asalkan tidak tajam sehingga membuat komponen smartphone lecet


4. Lem


    Sebenarnya jatuhnya lem bukan sebuah alat namun bahan, atau bisa dibilang part yang dibutuhkan, sebenarnya proses pengelaman ada yang cetakan sesuai dengan tipe smartophone namun lem ini sudah cukup, tapi jangan sembarangan juga memilih lem karena jika terlalu kuat bisa bisa merusak hp, lem yang bisa dipanaskan dan meleleh namun jika kering kuat, namanya T-7000 saya mendapatkan lem ini dari referensi ketika saya melihat tutorial lain. lem ini murah kok bisa kalian dapatkan di marketplace dengan harga 15.000, dan ketika menggunakan harus segera ditutup kalau tidak lemnya akan kering didalam, dan tidak bisa digunakan lagi.


5. Cutter Pen

 


    Alat ini sebenarnya tidak saya rekomendasikan cutter pen ini dan di video saat melakukan pembongkaran saya juga sudah memberikan note kalau alat ini tidak seharusnya digunakan, karena pada saat itu saya mencukit flexibel dari mainboard yang tersambung pada conncetor charger (video mengganti connector charger Samsung A50s), hal itu sebenarnya bisa merusak flexibel karena cutter pen juga lumayan tajam walaupun saya menggunakan bagian belakang, namun cuuter pen juga bisa digunakan untuk membersihkan lem yang masih membekas pada hp, karena jika tidak dibersihkan sisa lem sebelumnya yang masih menempel akan membuat lem baru tidak bisa menempel dengan baik sehingga cover tidak tertutup dengan rapat namun harus hati hati juga supaya komponen smartphone tidak rusak


6. Jepitan atau karet


    Jepitan berfungsi untuk menjepit cover yang sudah dilem saat pemasangan kembali smartphonenya, saya disini hanya mempunyai satu namun bisa menggunakan tambahan karet untuk mempererat cover sampai lem kering, jepitan digunakan pada bagian yang kurang pas, namun kalau ingin hasil yang lebih baik saya sarankan untuk membeli 4 jepitan untuk masing masing sisi yaitu atas bawah kanan dan kiri.

    Itulah beberapa alat yang saya gunakan pada kondisi saya sudah cukup untuk melakukan service hp sendiri, sebenarnya ada alas untuk melakukan services hp yang mana ada managemen tempat untuk menaruh baut yang dilepas dan hpnya sendiri sehingga tidak kehilangan baut atau baut pada posisi mana, namun saya sendiri masih belum membutuhkan papan tersebut karena saya merasa pada tahap belajar ini saya masih bisa menggunakan alas lain. itulah beberapa alat yang saya gunakan untuk belajar services hp sendiri, semoga bermanfaat.


[Smartphone Fix] - Ganti Connector Charger (PCB Charger) Samsung A50s

[Smartphone Fix] - Ganti Baterai Samsung Galaxy A50s

[Smartphone Fix] - Ganti Battery dan LCD Nokia 6 (TA1021)

Pengalaman Services HP (Smartphone) Sendiri

     
 

    Kali ini saya akan sharing pengalaman, bagaimana saya memperbaiki smartphone milik saya sendiri yang rusak, walaupun kerusakan ini terbilang masih cukup mudah namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya tidak ada komponen lain yang ikut rusak. saya memberanikan diri untuk melakukan perbaikan ini karena yang paling dikuatirkan adalah ketidakberhasilan perbaikan sedangkan komponen sparepart sudah dibeli, ditambah komponen lain yang rusak karena kesalahan saat smartphone dibongkar, sebelum memperbaiki smartphone melihat referensi pasti saya lakukan terlebih dahulu, sampai saat artikel ini dibuat saya sudah memperbaiki smartphone saya sendiri yaitu Nokia 6 (2017) dan Samsung Galaxy A50s (2019), setelah mencari referensi saya langsung membeli part yang rusak dan tool set untuk membongkar smartphone, kalian bisa melihat tool apa saja yang saya gunakan untuk membongkar pada artikel dibawah ini


Tool yang saya gunakan untuk memperbaiki smartphone


Nokia 6 (TA-1021)

    Kerusakan pertama pada Nokia 6 yang saya miliki adalah rusaknya connector charger, battery yang drop, dan LCD yang sudah pecah. awalnya yang rusak adalah connector charger dan battery yang drop, saat itu saya masih membawa ke service center umum  dan indikasi kerusakanya adalah hp susah untuk di charger karena kondisi connector charger yang longgar, karena struktur nokia 6 yang komponen mainboard dan battery ada dibalik LCD maka petugas servicesnya mengkonfirmasi jika kemungkinan bisa terjadi kerusakan pada LCD jika membongkarnya jadi saya harus menyiapkan biaya lagi jika hal itu terjadi, walaupun pada perbaikan tidak ada kendala dan smartphone juga kembali normal namun setelah saya check kondisi socket connector charger masih sama seperti masih lama tidak diganti, kalau batterynya dibawakan yang bekas, sedangkan connector charger ini hanya diberikan socket micro usbnya dan ketika saya coba rasanya bukan seperti baru, tetep longkar, saya konfirmasi pada petugasnya apakah ini diganti sparepart baru atau bekas, ya jelas petugasnya menjawab bahwa itu sparepart baru, dan total biayanya adalah 150.000 untuk connector charger, 250.000 untuk battery dan 50.000 untuk ongkos bongkar pasangnya, mungkin pada saat itu saya mendapatkan tempat services yang kurang bagus dan hasilnya juga kurang baik. 2 minggu setelahnya tiba tiba LCDnya mengalami keretakan, dan dugaan saya juga karena saat servis sebelumnya. jadi saya memberanikan diri untuk membeli sparepart LCD dan berencana untuk menggantinya sendiri, namun ditengah perjalanan Battery juga mengalami drop padahal belum 1 bulan pemakaian, akhirnya saya membeli LCD, Battery, serta peralatan untuk membongkar hp.         

 


 
     Ketika melakukan pembongkaran saya sarankan berada ditempat yang tidak ramai, jauh dari jangkauan anak-anak, dan tempat yang nyaman. saya juga melakukan perbaikan di meja yang biasa saya gunakan untuk membuat konten. langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka LCD karena kondisinya sudah retak lem pada bagian LCDnya juga sudah tidak kuat, karena itu saya tidak perlu menggunakan heat gun, terlebih lagi saat itu saya belum tahu heater gun mini yang harganya murah. pembongkaran sampai penggantian berjalan dengan baik, sampai dengan proses pemasangan LCDnya saya tidak melepas sticker pengaman LCD bagian belakang sehingga saat di lem ke framenya sangat susah dan terasa sudah mentok, karena tidak sabar dan terlalu tergesa gesa akhirnya LCD yang baru retak, dan retaknya lebih parah pecah pada bagian pojok kiri bawah, sehingga terpaksa saya tetap menggunakan LCD yang lama, walaupun sedikit retak namun battery tetap tahan lama. karena tergesa gesa dan masih minim mengenai perbaikan hp kehilangan ongkos senilai 1 x LCD nokia 6 harus saya terima, berharap hp lebik baik dari services sebelumnya malah kehilangan budget, namun saya tetap meyakini bahwa hal ini akan tetap menjadi pengalaman skill upgrade dari diri saya.

Smasung Galaxy A50s (SMA507F)

    Kerusakan kedua terjadi pada Samsung A50s, kerusakanya hp tidak bisa dicharger dan menunjukan tanda 10% ke 20% setelah 20% turun lagi menjadi 5%, ini sudah menjadi abnormal, awalnya saya mengira bahwa batterynya rusak karena sudah cukup lama 1.5 tahun pemakaian. karena smarphone saat ini rata rata adalah batterynya ada didalam cover biasanya orang menyebutnya battery tanam, saya memutuskan untuk updgrade 1 toolset lagi yaitu heat gun mini, heat gun mini ini menurut saya sangat berguna apalagi harganya yang tidak begitu mahal yaitu 90.000, pemakaianya juga mudah. saya melakukan dengan lancar tidak ada part atau kompononen yang rusak, dan setelah tombol power dinyalakan battery juga normal tidak terasa panas, dan tidak cepat habis. namun setelah beberapa jam ketika saya ingin mengecharge kondisi sama seperti sebelumnya yaitu stuck dan malah turun jika dibiarkan lama akan terasa sangat panas. akhirnya saya mencari referensi lagi dan ternyata saya harus mengganti connector charger karena part tersebut telah rusak, akhirnya membeli sparepart connector charger seharga 39.000, setelah sampai saya melakukan operasi lagi terhadap hp saya dan berhasil, pengechargeran juga normal kembali. beberapa minggu kemudian saya menggunakan Charger lain yang saya punya (bukan ori) setelah battery habis dan hendak mengecharge saya kaget karena tidak ada indikasi battery mengecharge di layar smartphone, saya bingung lagi apa yang terjadi sehingga saya membongkar lagi hp nya dan mencoba mengganti battery dengan yang lama karena menurut saya yang rusak sebelumnya bukan battery melainkan connector charger dan ketika saya coba berhasil sampai sekarang, dan penyebab dari kerusakan tersebut adalah charger lain yang saya beli kualitasnya kurang bagus sehingga merusak komponen connector charger dan battery. walaupun spesifikasi sama yaitu 5V dan 2.0 amphere dan mendukung fast charging saat pengechargesan namun terbukti bahwa charger tersebut kualitasnya jelek, jadi buat kalian yang ingin punya charger secondary usahakan membeli yang bermerk dan bagus.



    Itulah pengalaman saya dalam mencoba menyervise hp sendiri, niat ini muncul karena saat ini lagi pandemi dan susah untuk keluar rumah, terlebih lagi ketidakpuasan dari services center umum yang pernah saya datangi, mengahbiskan waktu untuk mencoba hal baru dirumah juga menyenangkan ditambah bisa menjadi skill updgrade jika saya mampu menyervices hp sendiri, jadi kalau ada masalah tinggal dibongkar sendiri saja, selain dijadikan konten youtube jika skill semakin tambah berkembang saya bisa memanfaatkan untuk membuka jasa service hp sendiri, banyak sekali pelajaran ketika saya mencoba memperbaiki hp sendiri mulai dari pengertian komponen smartphone, tools yang digunakan, cara pembongkaran dan pemasangan. mungkin itu saja yang bisa bagikan semoga bermanfaat jika kalian ingin menonton video link sudha ada dibawha artikel ini.

[Smartphone Fix] - Ganti Connector Charger (PCB Charger) Samsung A50s

[Smartphone Fix] - Ganti Baterai Samsung Galaxy A50s

[Smartphone Fix] - Ganti Battery dan LCD Nokia 6 (TA1021)

5 Tips Merawat Laptop Tua

    

    Saya akan membagikan pengalaman dalam merawat Laptop, namun Laptop yang dimaksud kali ini adalah Laptop yang sudah lama alias Laptop tua, jadi saya memiliki Laptop Lenovo Ideapad G410 keluaran tahun 2013, dengan spesifikasi yang lumayan yaitu ditenagai Processor Core i5 4200M Clock Speed 2.5 Ghz dengan Dual Graphic AMD Radeon R5 8500M, RAM DDR3 8GB, dan Storage yang sudah saya updgrade ke SSD 256GB. karena menurut saya masih lumayan dan powerful untuk editing, main game ringan, berjelajah di internetpun masih sangat lancar maka saya putuskan untuk tetap merawat Laptop ini mengingat tidak ada kerusakan dibagian yang rawan seperti mainboard atau power, kerusakan Laptop ini hanya pada bagian casing yang sudah pecah dibagian ujung dan juga lubang pengunci baut yang patah karena saking seringnya dibuka tutup, cover exhaust fan yang sudah patah, engsel yang lumayan kaku.

    Sebagai catatan perawatan pada Laptop saya ini juga memakan biaya yang lumayan untuk upgrade beberapa komponen hardware, hal itu juga saya pertimbangkan dengan performa pada Laptop itu sendiri, apakah masih layak atau tidak, kalau memang performa Laptop sudah tidak mumpuni untuk melakukan pekerjaan pada masa saat ini editing misalnya ya lebih baik jangan melakukan upgrade, lebih baik budgetya ditabung untuk membeli Laptop baru. 

1. Cleaning

Yang selalu saya lakukan adalah membersihkan bagian exhaust fan karena pada bagian tersebut banyak debu yang menempel, terlebih lagi kondisi tempat dikamar tidak berAC. cukup buka cover bagian bawah dan bersihkan fan dengan kuas atau alat pembersih yang kecil, debu yang menempel pada keyboard juga perlu dibersihkan.  

2. Update Windows dan Driver

Karena pada saat Laptop ini rilis atau pada saat saya membeliLaptop. OS yang dipakai masih menggunakan Windows 7, pada saat itu juga Windows 8 dan Windows 8.1 sudah rilis, sedangkan saat ini sudah menggunakan Windows 10, sebelum melakukan Update ke Windows 10 saya browsing dulu ke website Lenovo untuk mengetahui apakah seri Lenovo G410 ini ada dukungan driver ke Windows 10, bagi kalian yang ingin melakukan update ke Windows 10 pada Laptop lawas, kalian sebaiknya browsing dulu untuk update drivernya jika tidak ada dukungan dari developer ya akan banyak hardware yang tidak bekerja karena driver tidak bisa diinstal, yang paling utama adalah driver chipset dan grafis. saya lebih prefer untuk update dengan cara online dari pada offline karena lebih mudah melakukan auto install untuk driver, saya melakukan update chipset di website intel dan untuk grafis di website amd, jadi driver yang ada di Laptop adalah driver terbaru, sedangkan untuk hardware yang lain saya download dan install manual dari website lenovo, walaupun ada update dari lenovo sendiri laptop saya ini nyatanya masih ada hardware yang tidak berfungsi yaitu card reader yang tidak bisa terdeteksi di windows 10 sedangkan jika di windows 7 masih bekerja, karena pengaruh tidak begitu besar saya relakan fungsi card reader, walaupun sebenarnya saya juga butuh card reader untuk memindahkan data dari kamera, tapi masih bisa diatasi dengan cara lain, jadi ya tidak begitu masalah. 

Sebenarnya ada dua cara untuk update driver yaitu dengan download di website hardware dan website developer merk Laptop kita, contohnya saya update driver processor di intel, grafis di website amd. cara lain adalah download di website merk Laptop. namun untuk driver chipset dan grafis saya lebih menyarankan update di website hardwarenya karena lebih developer software pasti memberikan driver paling terbaru. 



(Update Driver di Website Lenovo)


(Update Driver di Website AMD)


(Update Driver di Website Intel)

3. Upgrade Storage

Pilihan SSD untuk penyimpanan sekarang sedang terkenal karena kecepatanya yang dapat meningkatkan peforma Laptop khususnya saat booting, jadi saya juga putuskan untuk mengganti penyimpanan dari HDD ke SSD, karena harga SSD lebih mahal saya hanya membeli ssd yang kapasitasnya 256Gb, hal itu pastinya akan menguras kepasitas penyimpanan, untuk mengakali hal tersebut saya tetap memakai HDD 1Tb yang lama dengan cara mengganti DVD RW dengan Caddy Case HDD. pertimbangan untuk mengganti DVD RW ke Caddy Case itu bisa saya putuskan dengan mudah mengingat saat ini juga jarang menggunakan CD DVD Room. untuk konfigurasinya saya menggunakan SSD untuk system windows (C) sedangkan HDD lama saya taruh di Caddy Case seutuhnya tanpa dibagi, menjadi Drive D hanya untuk penyimpanan, kapasitas 256Gb sudah cukup untuk instal beberpa aplikasi dan game. 


(Pemasangan HDD Caddy Case Orico)

4. Upgrade RAM

Karena kontruksi laptop tidak seperti PC yang dapat diganti beberapa hardware untuk melakukan upgrade, laptop hanya dibatasi dengan updgrade RAM dan Storage bahkan beberapa kasus RAM pada laptop tidak dipasang secara terpisah melainkan onboard, untung saja Laptop saya masih menggunakan dua slot RAM jadi disini saya menambahkan RAM dan menggunakan konfigurasi RAM Dual Channel, hal itu akan membuat peforma lebih baik, untuk detail konfigurasi RAM yang ideal saya kurang paham namun berdasarkan pengetahuan, frekuensi dan kapasitas harus sama misalkan 1333Mhz 4Gb x 2, dan untuk Laptop saya sendiri saya pasang 2 keping RAM 4Gb. buat kalian yang ingin upgrade RAM harus melihat apakah mempunyai slot RAM, jika onboard kalian tidak bisa melakukan Updgrade RAM.  

5. Ganti Baterai & Casing

Untuk urusan ganti baterai ini tegantung pemakaian, karena Laptop Lenovo G410 ini tergolong tebal dan berat dan kondisi Casing sudah banyak yang patah saya hanya menggunakan Laptop ini diruangan dan tidak saya bawa kemana mana, jadi untuk ganti baterai saya kira tidak begitu perlu karena pemakaiannya tidak portabel (dibawa kemana mana), sedangkan untuk casing sebenarnya saya ingin mengganti karena di marketplace banyak juga casing bekas yang masih bagus, namun karena kemampuan untuk mengganti semua part laptop ke casing baru saya tidak begitu paham maka saya urungkan niat itu, tapi buat kalian yang memang sudah kepepet karena casing sudah tidak layak namun mesin laptop masih bagus sangat saya sarankan untuk mengganti casing, kalian bisa datang ke servise Laptop terdekat di kota kalian

Itulah 5 Tips untuk merawatan Laptop, untuk cleaning laptop saya sediakan budget 50K untuk peralatan seperti cleaner, kuas kecil, kain kecil. untuk updgrade Storage dan RAM saya menghabiskan biaya 550K , 150K untuk membeli caddy case, dan RAM butuh biaya 400K untuk membeli satu keping  RAM DDR3 1333mhz 4gb supaya jadi dual chanel, sedangkan untuk baterai dan casing saya tidak mengeluarkan bugdet namun kalau kalian ingin mengganti baterai dan casing normalnya 350K untuk Baterai dan 400K untuk casing harga tersebut ya biasa kurang dan lebih tergantung tipe laptop.  semoga pengalaman saya dalam merawat Laptop lama ini bisa bermanfaat buat kalian yang punya Laptop lama dan masih powerful untuk pekerjaan masa kini.  

Rakit Mini PC : ASRock Deskmini X300

    Jika kalian adalah seorang yang menyukai game atau bahkan kalian adalah seorang gamer, perdebatan mending rakit pc atau beli ps mungkin sudah menjadi perdebatan yang sudah sering kalian dengar, karena salah satu cara untuk bermain game adalah pada console atau pc keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing, jika pada console kita akan mendapatkan game game eksklusif pada pc kita mendapatkan kemapuan multitasking jadi enggak cuma untuk main game saja, pilihan tersebut hanya kalian sendiri yang bisa tentukan dan jangan dilupakan masalah budgetnya, saya adalah seorang yang suka bermain game tapi enggak bisa dibilang gamer banget, frekuensi bermain game tidak terlalu sering, yang paling sering hanyalah main game bola sama teman teman ketika weekend, sedangkan kebutuhan editing masih dibilang rendah karena masih dalam proses belajar membangun sebuah youtube, dengan kebutuhan tersebut saya memutuskan untuk merakit sebuah mini pc yaitu ASRock Deksmini X300, dan saya akan menceritkan pengalaman saya merakit mini PC ini.

ASRock Deksmini X300

    Saya adalah orang yang belum tahu sama sekali tentang perakitan PC, kalau nonton video rakit PC di Youtube sih kelihatanya gampang tapi kalau kita melakukanya cukup sulit ternyata, yang sulit menurut saya adalah pengetahuan kita tentang hardware yang harus dibeli dan support satu sama lainya, motherboard itu harus ada tipe untuk amd dan intel, pemilihan casing, storage mau pakai ssd atau hdd, graphic card yang bisa support secara maksimal, psu dan daya listrik dirumah dan masih banyak lagi yang harus dipikirkan, kalaupun sudah dapat semua list masih timbul masalah lagi yaitu ketersidaan hardware yang ingi kita beli kosong di pasar, entah itu di marketplace atau toko komputer. abaikan pemikiran kalian tentang hal ini jika kalian adalah orang yang ingin beli jadi PC nya, sedangkan saya ingin menikmati bagaimana proses perakitan pc itu sendiri jadi wajar saja jika saya mengantisipasi hal tersebut, ditengah kebingunan itu saya menemukan yang namanya mini PC tapi kinerjanya lumayan bagus buat main game dan editing ringan, yaitu adalah ASRock Deskmini X300 dan setelah berjelajah di website ASRock perakitan mini PC ini cukup mudah yaitu pemasangan CPU yang mana listnya ada di website, pemasangan ram dan storage, kemudian ada tambahan pemasangan wifi ini optional karena sudah ada port LAN jika kalian ingin konek dengan internet, setelah beberapa hari mempertimbangkan akhirnya saya memutuskan untuk memulai project merakit mini PC ini, yang jadi nilai tambahan adalah ASRock X300 ini adalah sebuah mini PC jadi sangat cocok buat saya sebagai anak kost, 

CPU

    ASRock Deskmini X300 ini support dengan prossesor AM4 Socket CPU, karena mini pc ini tidak mungkin untuk ditambahkan GPU maka lebih tepatnya kita harus memilih APU (Accelerated Processing Unit) yang mana memiliki kemampuan ganda dari CPU dan GPU, kurang lebih pemahamanya seperti itulah, jadi untuk editing dan bermain game APU bisa menggakat kinerja lebih bagus ketimbang CPU walaupun masih banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, karena itu saya memlihi prosesor AMD Ryzen 5 3400G Picasso 65W dan Clock Speed 3.7Ghz, tanda (G) adalah tanda dimana Proccesor ini adalah tipe APU, jika bingung sudah ada CPU list yang dicantumkan pada website ASRock jadi saya bisa pilih dengan benar.

RAM dan Storage

    Socket pada ASRock Deskmini X300 disini adalah seperti pada laptop yaitu DDR4-Sodim dengan kapasitas maksimal 64GB serta frekuency 3200MHz, sedangkan untuk storagenya support socket M.2 PCIe Gen3 dua posisi depan dan belakang, dan ada dua SATA 2.5" keduanya ada dibelakanag, dan RAM serta Storage ini saya memilih produk yang sama dari TEAM Group, 32Gb untuk RAM, dan 512Gb untuk SSD M.2, sedangkan untuk storage tambahan saya menambahkan hdd bekas 500Gb. 

Wifi dan Bluetooth

    Karena saya gak ingin ribet untuk menggunakan kabel LAN untuk koneksi internet, jadi saya beli saja deh Intel Wifi 6 AX200 Dual Band 802.11ax Bluetooth 5.0 Wireless Card M.2

Perakitan

    Siapkan Alat Obeng (+) dam jika semua komponen sudah siap dan tinggal melakukan pemasangan, langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka case mini pcnya, memisahkan motherboard yang dari casingnya dan juga cover user interface yang ada dibelakang, langkah pertama adalah memasangkan APUnya dengan cara memposisikan tanda segitiga kecil pada APU dan Socket APU yang ada di maotherbord jangan sampai salah ya, jangan lupa menambahkan thermal paste secukupnya, setelah itu pasangkan coller cpu dari ASRock Deksmini X300 pastikan pemasangannya kuat dan pas. kemudian install RAM dan Storage, untuk Storage M.2 saya memilih memasang dibelakang dengan asumsi ketika saya beli baru lagi ssd m.2 maka saya tinggal buak cover dan memasangnya pada bagian depan, setelah setelah install Wifi M.2 usahakan kabel ke antena dirapikan supaya tidak mengganggu cooler cpunya, dan perakitan selesai simple dan mudah sekali kan, tinggal pasang user interface dan casing mini PCnya itulah langkah ideal pengalaman saya merakit Mini PC ini.

Kesalahan dalam Perakitan

    Bukan manusia jika proses pemasangan begitu mudah dilakukan apalagi bagi saya yang notabene masih belajar tentang pc building, kendala pertama adalah saya merasa cooler cpu bawaan ASRock Deskmini X300 ini itu terlalu kecil jadi saya mencoba memasang CPU Cooler bawaan AMD dengan mengambil cover paling atas CPU coolernya alhasil tidak bisa masuk dan saya harus mencabut lagi CPU Cooler dan mengganti dengan CPU Cooler bawaan dari ASRock hal ini sangat rawan karena jika tidak dilakukan dengan hari hati bisa saja APU nya ini lepas karena lengket dengan heatsink nya. kemudian pemasangan Storage M.2 yang saya taruh dibagian belakang yang mana asumsi saya adalah untuk memudahkan penambahan Storage kedepanya namun yang saya temukan adalah suhu dari mini pc pada bagian belakang itu belum terkontrol dengan baik apalgi kondisi ruangan tanpa AC, jika dipasang didepan Storage M.2 masih menerima hembusan sepoi sepoi dan CPU Cooler sedangkan jika dipasang dibelakang kurang efektif karena SSD pasti panas, karena pertimbangan itu saya memindah lagi SSD ke bagian depan walaupun hal ini cuma berapa % pengaruhnya saya tetap lakukan. karena teledor dan kurang teliti saya hampi memutuskan kabel Wifi dan kabel power yang menancap pada mainboardnya, untung saja hal ini cepat saya sadari dan saya teliti lagi ketika membuka casing mini pc nya. pada saat pemasangan RAM dan SSD saya salah melepas sticker garansi yang mana saya pikir di video tutorial untuk jangan lupa melepas plastik pada ram itu adalah stiker garansi ternyata bukan, yang dilepas adalah plastick heatsink SSD. 

Kesalahan dalam Pembelian

    Bukan hanya kesalahan perakitan kesalahan dalam pembelian juga terjadi, pada saat pemilihan APU saya memilih yang paling tinggi kelasnya yaitu AMD Ryzen 5 3400G, dan karena budget kurang saya putuskan untuk membeli komponenya nyicil selama 2 bulan, jadi saya beli ASRock Deskmini terlebih dahulu bulan depan baru komponen lain, sedangkan bulan setelah saya membeli komponen pasar indonesia sudah masuk AMD Ryzen Rinoir kelas baru ketimbang Ryzen 5 dan ketika saya mau membeli AMD Rinoir ternyata itu paket bundling dengan ASRock Deskmini saya tidak bisa dong membeli lagi karena mini pc sudah saya beli satu bulan sebelumnya, walaupun saya tahu peformanya tidak begitu besar tapi saya katinggalan update untuk mini pc nya. sedangkan untuk pemilihan ram saya terlalu berekspetasi untuk memaksimalkan kinerja ASRocknya dengan menggunakan kapasitas RAM 64Gb, dengan masing masing 32gb 3200MHz. pemilihan ini berdampak pada budget yang saya keluarkan sampai saat ini pun mini pc masing terpasang RAM 32Gb karena belum mampu beli satu keping lagi, sedangkan kinerja APU AMD Ryzen ini akan maksimal jika menggunakan dual channel dari pada single channel. nah sudah membeli RAM 32gb yang mahal dan tidak bisa membeli lagi adalah hal yang sia sia, ekspetasi untuk memaksimalkan kinerja mini pc jadi tidak terealisasi sedangkan jika membeli RAM 16Gb x 2 budgetnya juga sudah cukup dan saya rasa peforma juga sudah baik menggunakan dual channel 16gb. 

    Itulah pengalaman saya dalam perakitan mini pc ASRock Deskmini X300, walaupun proses perakitannya sederhana namun banyak pelajaran dibidang teknologi khususnya pc building, saya sudah upload beberapa konten yang terkait dengan artikel ini pada youtube, semoga shareing kali ini bermanfaat bagi kalian yang baru mau mulai merakir pc.

    Jika kalian ingin melihat postingan mengenai ASRock Deskmini X300 

Review Games : Asphalt 9 Legend

#About Game

    Asphalt 9 : Legend dirilis sejak 25 july 2018, tersedia dalam berbagai macam paltform yaitu Android, IOS, Windows 10, Nintendo Switch, Xbox One, Xbox Series X dan S. Pada Platform Android dan IOS Game ini sudah terdapat Direct Input didalamnya jadi ketika kita menyambungkan dengan controller gamepad yang mempunyai koneksi HID Mode kita dapat memainkan game ini dengan gamepad tanpa harus mapping dan pastinya bermain dengan gamepad lebih seru dari pada harus memencet layar, untuk platform windows 10 sudah saya coba menggunakan gamepad dengan koneksi bluetooth dan kabel, gamepad juga tidak terdeteksi didalam game, sedangkan untuk konsol sudah tidak perlu ditanyakan lagi pasti bisa menggunakan stick kontrolernya masing masing. 

    Adanya fitur game masa kini seperti event dalam setiap updatenya, musim dalam beberapa bulan, menjadikan game ini harus dimainkan secara online, hati hati karena pas setiap seasonya itu cukup mahal 160k sampai 500k, walaupun mendapatkan banyak keuntungan jika kita membeli pas setiap season menurut saya tidak begitu worthit, karena game ini termasuk pada jajaran game yang untuk having fun saja bukan game yang dipertandingkan dalam e-sport jadi buat kalian yang mempunyai budget lebih pikir pikir dulu jika ingin membeli pas setiap seasonya, atau buat orang tua harus hati hati mengawasi anak anak ketika bermain game ini, karena setiap transaksinya cukup mahal.

#Isi Game 

    Dalam Asphalt 9 : Legend kita dapat bermain solo karir, multiplayer, spesial event, daily event dan kita dapat membuat club yang mana bisa digunakan untuk bermain multiplayer. pada solo karir mode terdapat 5 Chapter dalam setiap chapter terdapat beberapa misi, dan disetiap misi terdapat beberapa pertandingan sampai pada chapter 3 yang sudah saya selesaikan pertandingan satu misi setiap chapternya paling banyak adalah 25x pertandingan balapan, multiplayer dimainkan secara global namun percayalah mode ini hanya akan kalian menangkan jika kalian membeli pas season karena jika tidak menggunakan mobil kelas S tidak akan bisa menyamai recor secara global, kemudian untuk spesial event dan daily event hanya dimainkan beberapa pertandingan balapan untuk mendapatkan gem dan kartu mobil yang diupdate setiap hari atau setiap bulan. pada saat perilisan game ini mempunyai ukuran file 1.5Gb pada Android dan IOS dan pastinya seiring ada update setiap waktu sizenya akan bertambah. terdapat banyak sekali mobil dari kelas D sampai S, yang mana setiap mobil memiliki maksimal 3 level bintang, didapatkan dengan cara mengumpulkan kartu mobil, misalkan (nama mobil) terbuka dengan 10 kartu setelah kartu terkumpul level 1 mobil tersebut terbuka dan dibutuhkan lagi 10 kartu untuk membuka level kedua. setiap level ada upgrade engine sampai 5x yaitu TOP Speed, Akselerasi, Handling, dan Nitro, jika sudah mentok tidak akan bisa upgrade lagi selain level bintang dinaikan, updgrade ini berpengaruh dalam balapan karena setiap stage akan ada minimum requirment mesin untuk balapan dengan lawan. customisasi mobil pada game ini cukup mengesankan selain mengganti warna mobil, kita juga dapat mengcustom bumper, hood, spoiler, side namun tidak semua mobil mempunyai part yang lengkap untuk di updgrade, warna kaca, sticker ban mobil, velg bisa dicustom juga, namun kembali lagi tidak semua mobil dapat di upgrade secara penuh, walaupun body part yang tersedia terbatas, fitur ini membuat game jadi lebih bagus dari versi sebelumnya. 


#Control Permainan

    Dalam game kita dapat memilih kontrol yang sesuai dengan kemauan kita, ada touch drive dimana kontrol paling simpel yaitu hanya dengan menggeser pilihan jalur kanan atau kiri secara auto mobil akan mengikuti jalur, tap steer dimana kontrol gerakan mobil kita gerakan secara manual, tilt steer dimana kontorl menggunakan gerakan gyro di hp, dan gamepad kontorl secara touch drive auto dan manual, namun semua tipe tersebut tidak ada yang mempunyai gas akselerasi manual, kecepatan laju mobil digunakan secara auto dalam game ini

#Keseruan Game 

    Asphalt 9 : Legend memberikan permainan yang bagus dari segi visual, leveling, serta gerakan 3 dimensi mobilnya, yang paling saya suka adalah kontras warna dalam game ini sangat pas, pemandangan alam dalam game memberikan pengalaman bermain game yang mengesankan sehingga setiap balapan tidak monoton hanya menyetir tabrak tabrakan antar mobil namun saya sangat menikmati pemandangan didalam game dengan kontras warna yang sangat pas, jika kita bermain asphalt 8 dan asphalt extream kesan kontras warnanya cenderung dark dan gelap, sedangkan pada asphalt 9 ini cerah dan penuh warna. walaupun gerakan 3 dimensi dalam game ini masih terlihat melayang, ya wajarlah kelasnya masih untuk smartphone gaming namun untuk platform Nintendo Switch dan Xbox saya belum mencoba karena pada saat artikel ini dibuat masih belum memiliki perangkat tersebut. 

© all rights reserved
made with by templateszoo