Tool yang saya gunakan untuk memperbaiki smartphone
Nokia 6 (TA-1021)
Kerusakan pertama pada Nokia 6 yang saya miliki adalah rusaknya connector charger, battery yang drop, dan LCD yang sudah pecah. awalnya yang rusak adalah connector charger dan battery yang drop, saat itu saya masih membawa ke service center umum dan indikasi kerusakanya adalah hp susah untuk di charger karena kondisi connector charger yang longgar, karena struktur nokia 6 yang komponen mainboard dan battery ada dibalik LCD maka petugas servicesnya mengkonfirmasi jika kemungkinan bisa terjadi kerusakan pada LCD jika membongkarnya jadi saya harus menyiapkan biaya lagi jika hal itu terjadi, walaupun pada perbaikan tidak ada kendala dan smartphone juga kembali normal namun setelah saya check kondisi socket connector charger masih sama seperti masih lama tidak diganti, kalau batterynya dibawakan yang bekas, sedangkan connector charger ini hanya diberikan socket micro usbnya dan ketika saya coba rasanya bukan seperti baru, tetep longkar, saya konfirmasi pada petugasnya apakah ini diganti sparepart baru atau bekas, ya jelas petugasnya menjawab bahwa itu sparepart baru, dan total biayanya adalah 150.000 untuk connector charger, 250.000 untuk battery dan 50.000 untuk ongkos bongkar pasangnya, mungkin pada saat itu saya mendapatkan tempat services yang kurang bagus dan hasilnya juga kurang baik. 2 minggu setelahnya tiba tiba LCDnya mengalami keretakan, dan dugaan saya juga karena saat servis sebelumnya. jadi saya memberanikan diri untuk membeli sparepart LCD dan berencana untuk menggantinya sendiri, namun ditengah perjalanan Battery juga mengalami drop padahal belum 1 bulan pemakaian, akhirnya saya membeli LCD, Battery, serta peralatan untuk membongkar hp.
Ketika melakukan pembongkaran saya sarankan berada ditempat yang tidak ramai, jauh dari jangkauan anak-anak, dan tempat yang nyaman. saya juga melakukan perbaikan di meja yang biasa saya gunakan untuk membuat konten. langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka LCD karena kondisinya sudah retak lem pada bagian LCDnya juga sudah tidak kuat, karena itu saya tidak perlu menggunakan heat gun, terlebih lagi saat itu saya belum tahu heater gun mini yang harganya murah. pembongkaran sampai penggantian berjalan dengan baik, sampai dengan proses pemasangan LCDnya saya tidak melepas sticker pengaman LCD bagian belakang sehingga saat di lem ke framenya sangat susah dan terasa sudah mentok, karena tidak sabar dan terlalu tergesa gesa akhirnya LCD yang baru retak, dan retaknya lebih parah pecah pada bagian pojok kiri bawah, sehingga terpaksa saya tetap menggunakan LCD yang lama, walaupun sedikit retak namun battery tetap tahan lama. karena tergesa gesa dan masih minim mengenai perbaikan hp kehilangan ongkos senilai 1 x LCD nokia 6 harus saya terima, berharap hp lebik baik dari services sebelumnya malah kehilangan budget, namun saya tetap meyakini bahwa hal ini akan tetap menjadi pengalaman skill upgrade dari diri saya.
Smasung Galaxy A50s (SMA507F)
Kerusakan kedua terjadi pada Samsung A50s, kerusakanya hp tidak bisa dicharger dan menunjukan tanda 10% ke 20% setelah 20% turun lagi menjadi 5%, ini sudah menjadi abnormal, awalnya saya mengira bahwa batterynya rusak karena sudah cukup lama 1.5 tahun pemakaian. karena smarphone saat ini rata rata adalah batterynya ada didalam cover biasanya orang menyebutnya battery tanam, saya memutuskan untuk updgrade 1 toolset lagi yaitu heat gun mini, heat gun mini ini menurut saya sangat berguna apalagi harganya yang tidak begitu mahal yaitu 90.000, pemakaianya juga mudah. saya melakukan dengan lancar tidak ada part atau kompononen yang rusak, dan setelah tombol power dinyalakan battery juga normal tidak terasa panas, dan tidak cepat habis. namun setelah beberapa jam ketika saya ingin mengecharge kondisi sama seperti sebelumnya yaitu stuck dan malah turun jika dibiarkan lama akan terasa sangat panas. akhirnya saya mencari referensi lagi dan ternyata saya harus mengganti connector charger karena part tersebut telah rusak, akhirnya membeli sparepart connector charger seharga 39.000, setelah sampai saya melakukan operasi lagi terhadap hp saya dan berhasil, pengechargeran juga normal kembali. beberapa minggu kemudian saya menggunakan Charger lain yang saya punya (bukan ori) setelah battery habis dan hendak mengecharge saya kaget karena tidak ada indikasi battery mengecharge di layar smartphone, saya bingung lagi apa yang terjadi sehingga saya membongkar lagi hp nya dan mencoba mengganti battery dengan yang lama karena menurut saya yang rusak sebelumnya bukan battery melainkan connector charger dan ketika saya coba berhasil sampai sekarang, dan penyebab dari kerusakan tersebut adalah charger lain yang saya beli kualitasnya kurang bagus sehingga merusak komponen connector charger dan battery. walaupun spesifikasi sama yaitu 5V dan 2.0 amphere dan mendukung fast charging saat pengechargesan namun terbukti bahwa charger tersebut kualitasnya jelek, jadi buat kalian yang ingin punya charger secondary usahakan membeli yang bermerk dan bagus.
Itulah pengalaman saya dalam mencoba menyervise hp sendiri, niat ini muncul karena saat ini lagi pandemi dan susah untuk keluar rumah, terlebih lagi ketidakpuasan dari services center umum yang pernah saya datangi, mengahbiskan waktu untuk mencoba hal baru dirumah juga menyenangkan ditambah bisa menjadi skill updgrade jika saya mampu menyervices hp sendiri, jadi kalau ada masalah tinggal dibongkar sendiri saja, selain dijadikan konten youtube jika skill semakin tambah berkembang saya bisa memanfaatkan untuk membuka jasa service hp sendiri, banyak sekali pelajaran ketika saya mencoba memperbaiki hp sendiri mulai dari pengertian komponen smartphone, tools yang digunakan, cara pembongkaran dan pemasangan. mungkin itu saja yang bisa bagikan semoga bermanfaat jika kalian ingin menonton video link sudha ada dibawha artikel ini.
[Smartphone Fix] - Ganti Connector Charger (PCB Charger) Samsung A50s
[Smartphone Fix] - Ganti Baterai Samsung Galaxy A50s
[Smartphone Fix] - Ganti Battery dan LCD Nokia 6 (TA1021)
Reviewer : Small Form Factor PC, PC Hardware and Gaming Devices for Gaming Enthusiast.
Tidak ada komentar
Posting Komentar